Wednesday, July 27, 2011

Lirik Lagu Angkatan

Tunjukkan semangatmu

Rangkul temanmu

Ukir sebuah cerita

Satu masa bersama

Takkan terlupa

Biarlah abadi

Memori ini

Hingga saatnya nanti

Kami TI – MRI

Hadapi hari

reff :

Pengabdian kami

Untuk bangasa ini

Tak hanya sebuah mimpi

Sebuah langkah baru, 2010

Bangkitlah Indonesiaku

Tuesday, July 26, 2011

RESUME 25 Juli 2011

Pada hari Senin, 25 Juli 2011, PPAB dimulai. Pada hari itu kami berkumpul di lapangan GSG dan lalu diabsen dan cek spec. Setelah itu, kami bergerak ke Ruang Seminar di gedung Departemen Teknik Industri. Setelah semua orang sudah duduk, diumumkan bahwa diberikan waktu untuk istirahat sholat dan makan. Kamipun segera memisahkan diri, yang sholat pergi ke musholla sedangkan sisanya makan bekal makan siang yang kami bawa. Karena keterbatasan tempat untuk sholat, akhirnya ruangan seminar itu dipakai sebagian untuk yang lain sholat. Berikutnya, kami dibagi menjadi 20 kelompok kecil dan diberi tugas untuk menentukan tujuan kelompok masing-masing selama berada di ITB. Setiap kelompok juga harus menjabarkan project plan-nya, yaitu langkah-langkah nyata yang harus diambil agar tujuan kelompok tercapai. Tujuan kelompok juga harus menggambarkan tujuan setiap individu di dalam kelompok tersebut sehingga tujuan ini dapat disetujui oleh setiap anggota dan mewakili keinginan masing-masing anggota. Kami juga dianjurkan untuk tetap mengingat identitas diri kami selama menentukan tujuan kelompok, antara lain kami sebagai mahasiswa, sebagai TI-MRI 2010 dan sebagainya. Hasil diskusi kami harus ditulis di atas selembar kertas dan kami harus mempersiapkan diri untuk mempresentasikan hasil diskusi kami. Kami diberi waktu setengah jam untuk berdiskusi bersama kelompok masing-masing dan sesudahnya, kami kembali ke Ruang Seminar untuk mempresentasikan tujuan kami. Ada berbagai masukan dari juri, antara lain metode SMARTC (Specific Measurable Achievable Realistic Time-based Challenging) untuk menentukan suatu tujuan yang sangat penting agar tujuannya menjadi riil dan terukur kesuksesannya. Kami juga dianjurkan untuk dapat membuat sebuah tujuan angkatan yang mampu merangkul semua orang di angkatan kami dan mencerminkan tujuan setiap individunya. Sama seperti tujuan kelompok, kami harus bisa mempertimbangkan tujuan masing-masing agar dapat membuat tujuan angkatan yang baik.

Kami kemudian diberi kakak mentor untuk setiap kelompok kecil dan keluar untuk sesi mentoring. Kakak mentor kelompok saya, Ka Resya, membagikan pengalamannya selama belajar di Teknik Industri dan kiat-kiat dalam menghadapi semester pertama kami di jurusan ini. Dia juga mengajarkan tentang manajemen waktu, dan betapa pentingnya skill tersebut di jurusan Teknik Industri karena banyaknya tugas yang akan kami hadapi dalam waktu yang terbatas. Setelah berbincang-bincang dengan kakak mentor, kami kembali ke amphitheater di GKU Barat untuk diberi tugas selanjutnya. Setelah dijabarkan tugas-tugas kami, sebuah forum dibuka karena banyak yang tidak setuju tugas sebanyak itu saat banyak dari kami sibuk prokm.




Monday, July 25, 2011

Esai kelompok 8: Afrika Selatan

Afrika Selatan dapat dibilang merupakan negara pemimpin di benua Afrika dalam hal industri. Negara ini berfokus pada industri pertambangan dan industri jasa sebagai sumber pemasukan utamanya. Data dari IMF pada tahun 2006 menunjukkan bahwa Afrika Selatan menghasilkan 25% dari GDP benua Afrika dengan sumber 40% dari industri manufaktur, 45% dari industri tambang dan 5% dari penyediaan listrik.
Industri di Afrika Selatan pada umumnya berpusat di area pertambangannya, walau pertambangan bukanlah penghasil pendapatan penduduk yang terbesar. Seluruh industri pertambangan Afrika Selatan telah berumur lebih dari 100 tahun. Walau begitu, Afrika Selatan tetap merupakan penghasil berlian terbesar keempat di dunia dan penghasil emas terbesar kedua di dunia. Selain emas dan berlian, Afrika Selatan juga mengekspor barang-barang tambang lain seperti krom, batu bara, platinum dan vanadium dalam jumlah yang sangat besar. Salah satu kelebihan industri pertambangannya adalah tanahnya yang kaya akan kandungan mineral. Walau setiap tahunnya Afsel mengekspor begitu banyak barang tambang, keseluruhan kandungan mineral di negara ini masih dapat dibilang belum dipergunakan seluruhnya. Kelebihan lainnya adalah murahnya upah tenaga kerja dan hal ini memungkinkan Afsel untuk menjaga kualitas produk industrinya. Selain itu, biaya tenaga kerja yang rendah ini mampu mengundang perusahaan produsen mobil dari luar untuk membangun pabrik produksi di Afsel. Salah satu kelebihannya yang unik adalah besarnya pendapatan dari industri pariwisata yang disebabkan oleh begitu banyaknya tenaga kerja asing yang bekerja di perusahaan-perusahaan tambang di Afsel. Berkat para pekerja asing ini, pamor Afsel di mata dunia dapat menjadi lebih baik dan hal ini memberi jalan bagi industri pariwisata untuk mempromosikan negara Afsel. Industri pariwisata ini juga didukung oleh perkembangan industri penerbangan yang semakin maju karena peningkatan persaingan antar maskapai.

Adapun kekurangan dari perindustrian negara ini antara lain besarnya biaya yang dibutuhkan industri pertambangan dalam menjaga kualitas tambangnya agar dapat menghasilkan kondisi kerja yang optimal. Ada berbagai macam alat dan perlengkapan yang dibutuhkan setiap tambangnya agar dapat beroperasi maksimal dan hal ini memberatkan perusahaan-perusahaan tambang karena menambahkan pengeluarannya. Kekurangan lainnya dapat dilihat dari sektor pariwisata yang, walau masih berkembang, dapat dibilang sangat kurang dalam memanfaatkan kekayaan alam di negaranya sehingga perkembangannya pun termasuk lambat.

Hal-hal yang unik dari industri Afrika Selatan antara lain adanya Southern African Customs Union (SACU) yang merupakan perkumpulan negara-negara di daerah selatan Afrika seperti Afrika Selatan, Botswana, Swaziland, Lesotho dan Namibia. SACU memungkinkan negara-negara ini untuk berbagi pendapatan dari pajak yang dikenakan terhadap perdagangan yang melewati pelabuhan Afrika Selatan. Uniknya, Afrika Selatan lebih banyak mengambil alih negara-negara lainnya dalam perkumpulan ini. Selain itu, walau Afrika Selatan berstatus negara maju, mayoritas penduduknya berpendapatan sederhana dengan seperempat populasi tidak bekerja dan hidup di bawah US$ 1.25. Keunikan lainnya adalah walau industri pertambangan merupakan salah satu industri terbesar di negara ini, industri ini hanya mempekerjakan 2,3% dari total populasi. Keunikan yang terakhir adalah biaya tenaga kerja yang sangat murah menjadikan industri jasa sebagai penyumbang GDP terbesar di Afsel, seperti jasa telekomunikasi dan jasa pariwisata.

Saturday, July 23, 2011

RESUME 22 Juli 2011

Pada hari Jumat, 22 Juli 2011, segenap ca-MTI 2010 menjalani pembukaan PPAB. Hari dimulai dengan berkumpul di amphiteater GKU Barat pada pukul 7.00 pagi. Hingga pukul 7.00 tepat, ternyata jumlah ca-MTI yang sudah hadir belum memenuhi kuota forum sehingga kami menunggu mereka yang sedang menyusul hingga jam 7.20. Sembari menunggu teman-teman yang lain, kami menyerahkan tugas angkatan yang sudah dikerjakan yaitu nametag dengan bagian belakang berupa gambar gajah ganesha dan pemetaan tempat tinggal teman-teman satu angkatan 2010. Pada jam 7.20 orang-orang yang sudah datang belum juga memenuhi kuota forum sehingga kami memutuskan untuk melanjutkan ke depan labtek VI tanpa menunggu lebih lama lagi. Di depan labtek VI, segenap mahasisa FTI 2010 dikumpulkan per jurusan dan duduk untuk mendengarkan kata sambutan dari para dosen, ketua program studi, dan dekan FTI. Pak Bermawi dan Pak Hermawan lah yang mewakili segenap dosen tersebut dan mengantarkan sepatah kata bagi kami semua. Mereka sangat positif berpikiran bahwa kami akan menjadi seseorang yang sukses dan membawa perubahan nantinya baik di kampus Ganesha maupun di bangsa ini. Mereka terus memberi semangat dalam menghadapi perjalanan panjang hingga lulus di Sabuga nantinya dan terus menyelamati kami karena telah mencapai satu dari sekian banyak mimpi besar kami dalam menembus jurusan yang kami inginkan. Saya pribadi sangat senang melihat besarnya dukungan yang Fakultas dan Program Studi tunjukkan pada segenap mahasiswa 2010 yang baru akan memulai belajar di jurusan masing-masing. Mereka juga menegaskan bahwa kegiatan ospek himpunan bukanlah kegiatan yang mengandung unsur kekerasan, melainkan saat penurunan ilmu dan pembagian pengalaman dari mereka yang lebih dulu belajar di jurusan kepada kami yang baru akan mulai belajar.

Setelah kata sambutan Fakultas tersebut, kami bergerak menuju ruang seminar di gedung Teknik Industri. Di sana kami bertemu kembali dengan Pak Tota, Kaprodi Teknik Industri dan Manajemen Rekayasa Industri. Saya pernah diajar oleh Pak Tota dan sungguh merupakan pengalaman yang menyegarkan untuk dapat kembali bertemu dengannya beserta kejujurannya. Ia selalu menegaskan integritas dan kejujuran dalam prodi TI-MRI dan juga menjelaskan banyak hal tentang seluk-belik TI-MRI.
Sebagai penutup hari, kami kembali ke selasar GKU Barat. Di sana, kami mengadakan evaluasi tugas yang telah kami kerjakan, serta diberikan tugas baru untuk pertemuan berikutnya.

Tujuan Hidup

Tujuan hidup saya sangatlah sederhana. Saya ingin hidup sebagai manusia yang bahagia. Untuk dapat mencapai kebahagiaan tersebut, ada beberapa hal yang harus saya raih sebelum akhir hidup saya.

Pertama, agar menjadi bahagia saya perlu menjadi mandiri secara finansial. Bukannya dunia saya berpusat pada uang, tapi memang kenyataanya hidup yang tenang memerlukan kepastian bahwa ada cukup uang untuk keesokan harinya. Bagaimana saya bisa berbahagia jika saya tidak tahu dari mana datangnya uang untuk besok, atau tidak yakin bahwa saya bisa memberi makan keluarga untuk hari ini? Seperti seorang bijak pernah berkata pada saya, “Money doesn’t make the world goes round, but you still need it anyway.” Saya tidak memerlukan kekayaan yang berlimpah, saya lebih mengutamakan keluarga dan kesehatan daripada karir, namun tentunya saya ingin bisa mempunyai penghasilan pribadi yang mencukupi dan dapat disisihkan sebagiannya untuk tabungan masa depan. Saya perlu mempunyai karir yang stabil agar dapat menjamin masa depan keluarga yang tenang dan menjamin terpenuhinya semua kebutuhan saya.

Kedua, saya juga ingin mempunyai sebuah keluarga sederhana yang bahagia. Saya tidak membatasi definisi keluarga dan tidak mempunyai keinginan tertentu tentang bagaimana bentuk keluarga saya nantinya atau siapa yang akan menjadi anggota keluarga saya. Saya hanya ingin mempunyai sekumpulan orang yang saling menjaga dan menyayangi, suami dan anak yang saling menghormati dan dapat membawa kebahagiaan setiap harinya. Keluarga juga termasuk teman-teman dan saudara terdekat saya yang saya sayangi. Sahabat sejak kecil, sahabat kuliah, teman di tempat kerja dan juga anggota keluarga saya yang lainnya juga saya sayangi. Saya ingin persahabatan dan hubungan baik dapat terus terbina dengan semua orang ini, dan merekalah yang akan membawakan perasaan bahagia yang saya cari tersebut.

Saya juga ingin memberikan kembali berkah yang saya terima pada masyarakat. Berbakti kepada sesama akan mendatangkan kepuasan tersendiri yang tak tergantikan. Mungkin tidak banyak yang dapat saya lakukan sendirian, namun saya percaya dengan terus memberi pada mereka yang membutuhkan akan membuat saya bahagia hingga tua nanti. Terinspirasi oleh ibu saya yang selalu menyisihkan sejumlah uang untuk disumbangkan, saya juga berencaca menyisihkan sebagian penghasilan saya untuk mereka yang lebih membutuhkan. Walau mungkin sedikit penghasilan saya nantinya, tapi tidak ada salahnya berbuat semampu saya.

SWOT

STRENGTHS

Mudah berbaur dengan orang baru
Berpikiran terbuka
Berani berbicara di depan banyak orang
Fasih berbahasa Inggris
Menghormati orang lain
Dapat bekerja dalam tim
Sabar dalam menghadapi orang
Antusias dalam mencoba hal baru

WEAKNESSES

Tidak kuat secara fisik
Kurang rapi
Hilang percaya diri saat gagal
Menjadi malas saat kurang tertarik pada tugas yang dikerjakan
Tidak optimal mengatur waktu dan prioritas
Mudah terpengaruh orang lain
Mudah lupa
OPPORTUNITIES

Memiliki ikatan koneksi yang luas
Keluarga yang selalu sangat mendukung
Berada di dalam organisasi yang sangat mendukung pengembangan diri
Masuk ke jurusan yang berprospek bagus
Memiliki banyak teman dari luar negri

THREATS

Kegiatan non-akademik yang beragam dapat mengganggu hasil akademik
Tuntutan orang tua yang menjadi beban
Banyaknya kesibukan mempengaruhi kesehatan fisik dan pikiran
Pengaruh dari orang sekitar dapat mengubah pendirian
Terintimidasi oleh orang sekitar

Friday, July 22, 2011

Tugas PPAB Perdana

Saat mencari lokasi tempat tinggal di peta

KETEMU!!

Menggunting duplek yg bakal jd nametag kita

nametag nya ditulis nama

JADI INILAH TUGAS PPAB PERTAMA KITA!
PPAB adalah Proses Penerimaan Anggota Baru Keluarga Mahasiswa Teknik Industri. Hari Kamis 21 Juli menjadi saat pertama kami para calon anggota MTI 2010 berkumpul di ampitheater depan GKU Barat. Di kesempatan itu, para panitia menjelaskan kepada kami proses penerimaan tersebut. Jadi kami akan menerima seminar dari fakultas, dan seminggu ke depannya akan diisi oleh panitia PPAB dengan pemberian materi. Kami juga sudah menyetujui dan menandatangani kontrak belajar peserta PPAB yang mengatur perihal quota forum, kewajiban peserta, spec standar yang harus dibawa, dan berbagai peraturan lainnya. Sebagai tugas perdana, kami diberikan 3 tugas:

1. Membuat blog pribadi (blogspot atau wordpress) yang akan dipakai untuk tugas-tugas PPAB berikutnya. Harus ada foto, nama, nim dan deskripsi singkat peserta. Bagi yang sudah memiliki blog (seperti saya ini) ya boleh diapakai untuk PPAB asal memberikan label untuk category sehingga memudahkan panitia mencari tugas PPAB nya di setiap blog.

2. Membuat nametag dengan spesi antara lain bertuliskan nama, nim, golongan darah dan penyakit. Setiap tulisan berukuran sama yang telah ditetapkan sebelumnya. Ukuran nametag adalah 7 x 10 cm dan harus waterproof namun dapat dibuka kembali untuk menuliskan nim yang belum kami terima saat ini. Pada bagian belakang nametag seangkatan 2010, ketika digabungkan harus membentuk gambar gajah ganesha yang diwarnai dengan mosaik kertas berwarna dan bertuliskan nama-nama calon MTI 2010 pada bagian putihnya.

3. Membuat pemetaan tempat tinggal seangkatan. Jadi pada peta kota Bandung akan diberi tanda dan nomer, serta legenda untuk setiap nomer tersebut. Format untuk legendanya antara lain memuat nama si peserta yang tinggal di titik tersebut.